Oleh: Bareph Yadie Kasalo | 6 September 2010

Nasehat Burung


(Kisah ini didapat dalam klasik Rumi, Mathnawi. Kisah ini ditonjolkan dalam Kitab Ketuhanan karya Attar, salah seorang guru Rumi)

Download Musyawarah Burung, Ar-Rumy, file pdf

Pada suatu hari ada seseorang menangkap burung. Saya tidak tahu jenis burung apa yang ia tangkap. Mungkin burung kacer, burung Anis kembang, burung perkutut, Murai, kenari, cucak rawa, love Bird, ciblek, srindit, pentet. Pokoknya burung deh…. Burung itu berkata kepadanya, “Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku, nanti kuberi kau tiga nasehat.”

Si Burung berjanji akan memberikan nasehat pertama ketika masih berada dalam genggaman orang itu, yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon, dan yang ketiga ia sudah mencapai puncak bukit.

Orang itu setuju, dan meminta nasehat pertama. Kata burung itu, “Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun kau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal.”

Orang itupun melepaskannya, dan burung itu segera melompat ke dahan. Di sampaikannya nasehat yang kedua, “Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti.”

Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, “O manusia malang! diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya!”

Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun katanya, “Setidaknya, katakan padaku nasehat yang ketiga itu!”

Si Burung menjawab, “Alangkah tololnya kau, meminta nasehat ketiga sedangkan yang kedua pun belum
kaurenungkan sama sekali! Sudah kukatakan padamu agar jangan kecewa kalau kehilangan, dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku toh tidak cukup besar untuk bisa menyimpan dua permata besar!

Kau tolol. Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia.”

Kisah nasihat seperti ini sudah sangat banyak didapat di internet. Kalau tak percaya silahkan searching di mbah Google. Andai burung saja bisa memberikan nasihat yang baik seperti ini, maka  bagaimana dengan manusia? Tentu tidak semua orang bisa memberikan nasihat yg baik. Dalam berbagai literatur kita sering dapati nasihat  seorang yang terkenal arif dan bijaksana. Dialah seorang yang dikisahkan dalam Al-Qur’an Al-Karim surat Lukman ayat 13 (QS.31:13) yang bernama Lukman Al Hakiem, yang tidak asing lagi bagi kita. Nasihat pertama Lukman Al Hakim kepada anaknya dalam ayat itu adalah: Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar”.

Berikut ini saya sertakan file "Hikmah Nasihat Lukman Al Hakim" dalam bentuk file pdf yang dapat anda download langsung dari ziddu. Semoga bermanfaat. 

 

Al-Rifa’i Mosque – 3D Virtual Tour


Responses

  1. wa aneh g mahir burung sob hehehe makin keren aja nie,,,tipsnya

  2. Nafsu sangat mudah tertipu oleh hal kecil sekalipun……

    Salam kenal,
    by: http://gunawank.wordpress.com/category/artikel-islam/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: